![]() |
| IDN Times |
Aku merasa ada lebam di hatiku
Saat ini dia berdiri di hadapanku dengan tatapan yang sama. Seperti delapan tahun lalu. Selalu hangat bak fajar pagi, juga melumpuhkan hati. Delapan tahun lalu–meski tak lama–dia pernah menjadi bagian dari hari-hariku, mewarnai masa remajaku. Meninggalkan cerita manis dan getir yang masih tertoreh di hati. Detik ini juga kubiarkan kenangan mengambil alih waktu, melemparku ke masa lalu.
Sekolah baru berarti lingkungan baru, teman-teman baru, dan hari-hari baru siap menyambutku tatkala Mama dimutasi ke tempat kerja baru. Sesungguhnya, hidup kami memang tidak sama lagi sejak kepergian Papa. Ya, Papa meninggalkan aku dan Mama tanpa sebaris kalimat perpisahan pun yang Papa tinggalkan untukku. Sulit kupercaya dan kumengerti, bagaimana bisa seorang ayah melakukan hal itu kepada aku, anak tunggalnya? Bukankah aku buah dari cinta mereka? Memikirkan kenyataan itu terlalu menyakitkan buatku.


